Journal

Minggu, 03 November 2013

Husnul Khotimah

Sahabat, siapa yang tidak ingin pada saatnya tiba, kita akan mengakhiri hidup dalam keadaan HUSNUL KHOTHIMAH?

Apa sih Husnul Khothimah itu :

Khusnul khatimah, maknanya adalah mengakhiri hidup dengan baik. Yaitu mengakhiri hidup dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.


Husnul Khoothimah adalah ujung perjuangan manusia. Kalau perjuangan terakhirnya itu baik, insyaa Allah ia akan menikmati sisa terakhir dari kehidupannya.

Firman Allah Swt :




Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (AL'ANKABUUT 57).



Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (AL ANBYAA' 35)



Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (ALI 'IMRAN 185).



Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah." Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya). (YUNUS 49).



Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (AL JUMU'AH 08).

Sahabat,
Dari ayat-ayat di atas kita mendapatkan informasi dengan jelas bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi pada setiap makhluk Allah Subhanahu Wa Ta'aala yang bernafas dan waktunya pun sudah di tentukan. Tapi sayang kita tidak bisa mendapatkan informasi tentang kapan, dimana dan diwaktu apa makhluk menemui ajalnya, karena hal itu adalah hak prerogatif Allah Subhanahu Wa Ta'aala.

YA ALLAH BIHA YA ALLAH BIHA YA ALLAH BI HUSNIL KHOOTHIMAH

ALLAHUMMA INNA NAS ALUKAL KHUSNUL KHOOTHIMAH

WA NA'UUDZUBIKA MINAL SU'UL KHOOTHIMAH.....

ALLAHUMMAKHTIM 'ALAINA BICHUSNIL KHOOTHIMAH

WALA TAKHTIM 'ALAINA BISU 'IL KHOOTHIMAH


Akan tetapi sahabat, yang paling penting bagi kita adalah berusaha dan berdoa agar supaya akhir kehidupan kita berakhir dengan husnul khotimah dan bukan su`ul khotimah. Karena kita telah mengetahui bahwa dalam kematian hanya ada dua pilihan yaitu husnul khotimah dan su`ul khotimah. Dan yang mengetahui kematian seseorang khusnul khotimah atau su`ul khotimah secara hakiki hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'aala, namun Allah menginformasikan kepada kita melalui nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam tentang tanda-tanda seseorang yang mati dengan membawa gelar husnul khotimah, yang dapat kita ketahui saat seseorang dalam keadaan sakaratul maut.

Berikut ini sebagian kecil tanda-tanda seseorang mati dalam keadaan husnul khotimah :

1. Ditinjau dari kata-kata terakhirnya, apabila kata-kata terakhirnya adalah kalimah-kalimah toyyibah, maka itu tandanya dia mati dalam keadaan husnul khotimah.

Dari Mu`adz bin Jabal Ra, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda : "Barang siapa ucapan terakhirnya : LAA ILAAHA ILLALLAH, maka dia masuk surga" (HR Abu Daud & Al-Hakim).

Dari Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baiknya dzikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAH dan sebaik-baiknya doa adalah Alhamdulillah" (HR At-Turmudzi & Ibnu Majah).

Karena itulah sunnah hukumnya membimbing orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat tahlil.

Dari Abi Sa`id Al-Hudri Ra, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda : "Bimbinglah orang mati kalian untuk mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH" (HR Muslim).

2. Di tinjau dari aktifitas terakhirnya, apabila seseorang di masa-masa akhir hidupnya beribadah baik ibadah mahdho maupun ghoiru mahdho dan dia meninggal dalam keadaan beribadah atau usai menjalankan ibadah maka itulah tandanya dia mati dalam keadaan husnul khotimah.

Dari Ali bin Abi Tholib Ra, Dia berkata : "Suatu hari saya akan menunaikan sholat subuh di mesjid bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam, tapi ditengah jalan aku bertemu dengan seseorang yang sudah renta juga mau ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh, aku terus berjalan dibelakangnya, dan ketika kami berdua sampai di mesjid ternyata sholat berjamaah sudah usai, akhirnya aku sholat subuh berjamaah dengan kakek itu, dan ketika aku salam tahiyyat akhir si kakek tetap bersujud dan ternyata si kakek telah meninggal dunia, lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam "Ya Rasulullah, bagaimana keadaan kakek ini di akherat?" Rasulullah menjawab, "Dia masuk surga" (HR Ahmad & Daruqutni).

3. Di tinjau dari hari terakhirnya (hari jum`at), begitu banyak orang-orang sholih yang meninggal dunia pada hari jum`at, karena mati pada hari jum`at adalah tanda kematian husnul khotimah.

Dari Ibnu umar Ra, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda : "Tiada seorang muslim yang meninggal pada hari atau malam jum`at, kecuali Allah akan menyelamatkannya dari siksa kubur" (HR Ahmad & At-Turmudzi).

Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda : "Sebaik-baik hari adalah hari jum`at, karena pada hari jum`at itulah Adam di ciptakan. Pada hari jum`at ia di masukkan ke surga dan pada hari jum`at ia di keluarkan dari surga. Pada hari jum`at ia wafat dan tidak akan terjadi kiamat kecuali hari jum`at" (HR As-Syafi`I dan Ahmad).

4. Di tinjau dari kondisi terakhir fisiknya. Kita sering menyaksikan seseorang meninggal dengan kondisi tubuh yang tidak wajar seperti tubuh gosong, penuh dengan luka dan nanah, berbau busuk, keluar belatung, lidah menjulur dan mata melotot atau bahkan tidak ada yang mau memandikan, mengkafani dan mensholatkan dll.

Seseorang yang matinya husnul khotimah tidak akan mengalami kejadian-kejadian seperti diatas, malah sebaliknya seperti wajah mayit terlihat tenang dan damai bahkan ada yang tersenyum, banyak yang berta`ziyah dan mensholatkan dll.

Dari Abu Darda Ra, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda : "Tidak akan keluar ruhnya seorang mu`min sampai dia melihat tempatnya di surga, dan tidak akan keluar ruhnya seorang kafir sampai dia melihat tempatnya di neraka" (HR Al-Baihaqi).

Dari Aisyah Ra, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda: "Tidak satu mayit pun yang di sholatkan oleh seratus orang kaum muslimin dan semuanya memintakan syafa`at untuknya, pasti syafa`at mereka di terima" (HR Muslim)


Sahabat..
Hari semakin senja, kematian makin mendekat. Tak satupun tahu kapan saat gilirannya tiba. Tak sedikit yang menyatakan keinginannya untuk mendapatkan husnul khotimah di akhir hidupnya, namun tak banyak yang mengetahui bagaimana caranya mendapatkan khusnul khotimah tersebut.

Sebenarnya ada kiat praktis agar mudah mendapatkan keinginan tersebut.

Pertama, Jadikan selalu hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini.

Kedua, setiap pertambahan usia iringi dengan pertambahan amal dan keikhlasan.


Sahabat, Membahas Point 1 Yaitu Hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam,




“Barang siapa yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH di akhir hayatnya (di penghujung pembicaraannya), ia dijamin masuk surga.”





Apakah hadist ini mengisyaratkan tidak pentingnya shalat, puasa, zakat, atau haji bagi kita? Bukankah dengan hanya mengafal kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH yang nantinya kita ucapkan menjelang kematian, sudah cukupkah membuat kita masuk surga?

Tentu saja jawabannya tidak. Persoalannya tidak sederhana menghafal. Kalimat ini kalimat sakral. Bisa jadi saat ini kita merasa mudah dan lancar melafadzkannya. Akan tetapi orang yang selalu dilumuri dengan dosa sepanjang hidupnya, lidahnya takkan sanggup mengucapkan laailaahaillallah. Atau dia punya dosa-dosa tertentu, sehingga lidahnya kelu untuk mengucapkan kalimat tauhid ini.

Ada sebuah Kisah nyata yang insya Allah bisa mewakili pemahaman Hadist diatas, inilah kisah tersebut :

Ada seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu.

Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Allah. Allah tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Allah setiap kali ia tertimpa bala atau musibah.

Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Allah ‘Azza wa Jalla.

Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut.

“Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?”

Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas.

Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi ia sudah terdahului oleh takdir Allah. Belum selesai sang istri sholat, Allah sudah mengambil ruhnya, saat ia masih berada di atas sajadahnya yang empuk. Ia telah menutup kehidupannya dengan kalimat tauhid dan do’a.

Sahabat...
Pernahkah kita mendengar akhir kehidupan yang lebih indah daripada ini?


Hidup itu bukanlah untuk hidup,
tapi untuk maha hidup,
hidup bukan untuk mati,
tapi mati itulah untuk hidup,

janganlah takut mati,
juga jangan cari mati,
jangan lupakan mati
tapi rindukanlah mati...
karena mati adalah
satu-satunya pintu gerbang berjumpa dgn Nya....

Ya Allah aku rindu kepada Mu...
Jadikanlah kami mati dlm khusnul khootimah.....
Amiin ya Rabbal alamin!


Semoga kita semua di karunia Allah Subhanahu Wa Ta'aala untuk dapat berusaha dan berdoa supaya kita mendapat gelar husnul khotimah di akhir hayat kita. Amin Amin Yaa Robbal Alamin.

Wallahu a`lam bisshowaab.

Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar