Journal

Senin, 30 April 2012

Wah Ini dia Daftar Negara yang pernah di jajah Indonesia gan

7 Negara yang pernah diserang Indonesia

Siapa bilang Indonesia adalah negara budak yang hanya bisa dijajah dan tak bisa menggempur negara lain. Ternyata Indonesia pernah melakukan invasi ke sejumlah negara. Ini beneran invasi perang dengan tentara lho gan, bukan penyerbuan TKI ke negeri asing . Ya udah langsung aja deh, ini nih 7 Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia.

1. Timor Leste
Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.





2. Papua Barat
Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

KRI Irian, Penjelajah kelas Sverdlov




3. Malaysia
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia





4. Malaka

Sejak tahun 1509, Pati Unus, raja Demak, sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Dengan kata lain, perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tetapi sebuah invasi imperialis. Tahun 1511, Alfonso D’Alburquerque, Laksamana armada Portugis, mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.



5. Singapura
Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua-duanya nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Pada waktu itu RI terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada 8 Maret 1965 malam, berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.
 
Maka setelah melakukan serangkaian pengintaian, pada suatu tengah malam terjadi ledakan di sebuah bangunan Mc Donald di Orchard Road. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka.


6. Indochina (Kamboja dan Vietnam) & 7. Siam (Thailand)
 


Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan invasi dan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India.


Model kapal tahun 800-an Masehi yang terdapat pada candi Borobudur.

 
Angkor Wat
 

Gimana sih gan cara Menguji Kandungan boraks dalam makanan ??

BORAKS merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Ia tidak berwarna dan gampang larut dalam air.
Asam borat (H3BO3) merupakan asam organik lemah yang sering digunakan sebagai antiseptik, dan dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat (H2SO4) atau asam khlorida (HCl) pada boraks. Asam borat juga sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air (3%) digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, ingat, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.
Ironisnya, boraks  digunakan masyarakat Indonesia untuk bahan baku pembuatan gendar nasi, atau kerupuk gendar, bahkan menjadi zat pengenyal bakso. Jadi, boraks ada dalam makanan, bahkan termasuk salah satu makanan kesukaan kita. Adapun cara-cara mudah menguji kandungan boraks dalam makanan kesukaan kita, yaitu :
Langkah 1 Membuat Kertas Kunyit
Tambahkan 100 ml alcohol 80% dalam 1,5 – 2 gr turmeric / curcumin powder dalam Erlenmeyer 250 ml bertutup. Kocok selama 5 menit, kemudian saring. Celupkan kertas saring Whatman no 40 dalam larutan tersebut. Keringkan dengan diangin-anginkan. Setelah kering, gunting dalam bentuk memanjang dan simpan dalam tempat yang rapat dan terhindar dari cahaya.
Langkah 2 Membuat Larutan Standar Asam Borat
Larutkan 1 gr H3BO3; dalam aquades sampai 100 ml. Pipet 0,0 ml ; 0,1 ml ; 0,2 ml ; 0,5 ml ; 0,75 ml ; 1,0 ml ; 2,5 ml ; 5 ml larutan tersebut, masukkan dalam labu ukur 50 ml. Encerkan dengan 10 ml aquades kemudian tambahkan 0,7 ml HCl pekat, tutup rapat, kocok. Standar ini bernilai 0,00 ; 0,02 ; 0,04 ; 0,10 ; 0,15 ; 0,20 ; 0,50 dan 1,00 % H3BO3 dalam sample.
Langkah 3 Perlakuan Sampel
Larutkan 25 gr dalam 50 ml aquades, tutup dengan kaca arloji. Didihkan sebentar. Kemudian masukkan dalam lemari pendingin selama ± 30 menit sampai lemaknya membeku. Saring dengan menggunakan kertas saring biasa yang sudah dilapisi dengan kapas.
Pipet 10 ml filtrate, masukkan dalam tabung reaksi. Tambahkan 0,7 ml HCl, kocok.
Langkah 4 Pengujian
Celupkan kertas kunyit dalam larutan sample sampai setengah bagian. Angkat dan letakkan diatas kertas putih. Gunakan pinset untuk memegang kertas saring tersebut. Lakukan juga untuk larutan standar.
Setelah ± 1 jam pada suhu ruang maka kertas tersebut sudah cukup kering untuk uji pembandingan. Lakukan pencocokan warna di tempat terang (bukan sinar lampu). Bila warna kertas sample sama dengan salah satu kertas standar, maka kadar boraks dalam sample dinyatakan sama dengan larutan standar tersebut. Bila warna kertas sample berada diantara 2 warna kertas standar, maka perkirakan nilainya. Bila warna keluar dari range standar, ulangi uji sample dengan komposisi 5 ml filtrat, 5 ml aquades, 0,7 ml HCl dan hasil pembacaannya nanti dikalikan 2.