Journal

Sabtu, 07 Mei 2011

JOMBLO?SO WHAT GITU LOH………………

“Ingin ku gapai bulan dan ku petik bintangIngin ku berikan semua hanya untuk mu”Duh, dengar lagu itu, hati Dena langsung luluh, mungkin karena yang nyanyi adalah seorang Irwansyah, coba kalo yang nyanyi lagu itu Mang Udin penjual Bakso yang hampir setiap hari nongkrong di depan rumahnya, pasti Dena langsung pingsan kalee…..Beginilah nasib Dena si jomblo sejati, Yups.. Dena emang belom pernah pacaran hingga usia nya menginjak 21 tahun, Dena bukan keasyikan belajar sampai- sampai dia gak pernah ngerasain pacaran, bukan juga Dena mengidap kelainan, suerr Dena masih normal koq? tapi mungkin karena Dena yang terlalu tertutup dengan yang namanya cowok.Dena pernah jatuh cinta, bahkan Dena juga pernah ngerasain Love at first sight, sama cowok yang bernama Prasetya,Dena kenal Prasetya saat masih SMP, tapi Dena hanya mengganggap itu  Prasetya sebagai CIMON, yaa…biasalah kalo anak SMP jatuh cinta gimana sich?Walaupun Dena belom pernah pacaran , bukan berarti Dena gak kenal dengan makhluk yang bernama cowok, ya contohnya itu tadi Prasetya.Dena juga tau gimana brengsek nya seorang cowok, seperti teman Dena saat SMA, namanya Haris, tadinya Haris itu anak yang baik dan selalu baik dan perhatian sama Dena, tapi lama- kelamaan Dena tahu sifat Haris yang menurut Dena brengsek, masa pas Dena lagi nongkrong sendirian di lantai 2 gedung sekolah, tiba- tiba Dena ngerasa ada orang yang memegang pinggangnya, tadinya sich Dena tenang- tenang aja, soalnya sahabat Dena yang bernama Nur sering mengejutkan Dena dengan cara yang sama, tapi Dena mulai ngerasa lain, dan melihat ternyata Haris lah yang ada di samping nya, Dena langsung cabut sambil menatap Haris dengan sorotan mata yang tajam.”Dasar cowok brengsek.” Maki Dena sambil berlalu.Sejak saat itu, Dena mulai berhati- hati bergaul dengan Haris, tidak hanya dengan Haris saja, tapi juga dengan cowok- cowok lain.Tapi kejadian itu tak berlangsung lama, Saat masuk kuliah Dena mendapatkan 5 orang sahabat dalam waktu yang sangat cepat, mereka adalah Pipit, Sania, Ola, Abdul, juga Kipli.Mereka sangat dekat, mereka selalu bersama- sama. Dena sangat nyaman bersahabat dengan mereka semua, tapi pagi ini  saat sampai di kelas Dena mendapat kabar buruk,”Dena, kayaknya semester depan kita gak akan sama- sama lagi”bagai petir di siang bolong Dena mendapat berita yang gak enak itu langsung dari Pipit, alasannya karena Pipit ingin membantu perekonomian ortunya yang ada dikampung, dengan Pipit bekerja dengan tantenya. Jujur Dena sangat menyayangkan keputusan Pipit, menurut Dena pipit adalah anak yang pintar, apalagi Pipit baru saja memasukkan judul proposal seminarnya,dan kini Pipit harus berpisah dengan Dena dan sahabat- sahabat yang lain,tapi Dena menyadari bahwa semua keputusan ada di tangan Pipit, dan Dena gak berhak marah atau ngebatalin rencana sahabatnya itu.Sekarang Dena lagi jatuh cinta nich… entah kapan Dena merasakan “rasa”itu, Dena jatuh cinta pada Rendy, Cowok botak, manis, supel, ramah, dan pintar telah buat hari- hari Dena terasa indah, tapi Dena gak pernah punya niat atau keiginan untuk jadi pacar Rendy, Dena hanya ingin menyimpan rasa itu dalam hati saja,  dan Dena gak pernah menyangka kalau Dena bakal satu ruangan Lab komputer bareng Rendy.Hari Jum’at adalah hari yang paling special buat Dena, karena setiap hari Jum’at Dena bisa selalu menatap Rendy, di ruangan Lab komputer.Dan hari ini, Dena makin senang karena Rendy sekarang sedang duduk di belakang Dena, rasanya jantung Dena berhenti berdetak,setiap Rendy ada disamping atau di belakangnya.Rendy juga sering memberikan perhatian- perhatian kecil pada Dena, misalnya ketika Rendy menyapa Dena, Atau saat Rendy bilang, “Gak pulang Dena? Kalo gitu aku duluan ya?”wahh…. rasanya hati Dena serasa melayang- layang di awan, jatuh cinta emang berjuta reseknya…eh, rasanya…Tapi hari ini, Dena mulai tau siapa Rendy, ternyata Rendy itu cowok lebay, oh ya Dena pernah cerita pada sahabatnya Sania, Dena bilang setiap Jum’at sikap Rendy selalu berubah padanya, bukan hanya Rendy tapi juga sahabat- sahabat nya Rendy, mereka sok perhatian gitu sama Dena, saking perhatiannya saat ada tugas kelompok membuat artikel tiba- tiba gak ada angin gak ada hujan, tiba- tiba teman- temannya Rendy minta Dena untuk jadi salah satu dari kelompok mereka, dan yang anehnya lagi Dena gak disuruh ngapa- ngapain padahal itu kan tugas kelompok, tapi nama Dena tetap ada di makalah tugas, aneh kan?Dena menyebut mereka semua dengan sebutan geng mesjid, bukan karena mereka orang- orang alim yang sering ada atau sering sholat di mesjid, tapi karena mesjid adalah tongkrongan mereka, terutama mesjid di kampusnya Dena.Jujur semua ini buat Dena gak nyaman sama mereka, mereka sich baik- baik tapi ada rasa gak nyaman dalam hati Dena, karena tingkah mereka yang berbeda pada Dena, saat ada Rendy teman- teman nya sangat perhatian yang terkesan berlebihan buat Dena, tapi saat Rendy gak ada mereka biasa- biasa aja tuch ke Dena.Tingkah Rendy juga sama menyebalkan dengan mereka, Rendy terkesan berlebihan alias Lebay, makanya Dena bukannya makin ada rasa sama Rendy, Dena sekarang malah ilfill sama Rendy, dan Dena punya julukan buat Rendy yaitu “MR. LEBAY”, Sania sahabat Dena juga merasakan hal yang sama dengan Dena, maklum Dena selalu curhat dengan Sania, jadi wajar kalo Sania punya pendapat yang sama dengan Dena.Saat acara wisuda Rendy, Dena gak datang, alasan Dena ke teman- teman yang lain karena sepupu Dena ultah, yaa.. emang bener sich sepupu Dena emang  ultah tanggal 16 Mei tanggal yang sama dengan hari wisudanya Rendy, tapi selain itu Dena juga punya alasan lain , alasan yang sampai saat ini teman dan sahabat Dena gak pernah tahu.Dena gak kuat ngeliat acara wisuda Rendy , karena setelah ini Dena gak akan ketemu dengan Rendy lagi, sementara rahasia dari Rendy dan teman- temannya ke Dena gak pernah terungkap.Tapi, Sania sahabat Dena datang saat acara wisuda itu, jadi Dena tahu semua Informasi kejadian saat acara wisuda dari Sania melalui SMS.Jujur, Dena punya keinginan bisa punya pacar saat kuliah, tapi sampai detik- detik terakhir kuliahnya, Dena belum juga punya pacar, sampai Dena memutuskan untuk gak mau kenal cowok, paling enggak samapi sidang skripsinya selesai, itu semua Dena lakukan karena Dena gak mau kalau Skripsinya hancur hanya karena masalah yang gak jelas yaitu CINTA.Dena mulai menganggap cinta itu gak penting, lagi pula cinta bisa kita dapatkan dimana aja dan sama siapa aja kan? Dena bisa mendapatkan cinta dari Allah SWT sang pemilik cinta, Ayah dan Ibu Dena juga punya Cinta yang besar buat Dena, apalagi sahabat- sahabat Dena yang selalu ada disamping Dena, Makanya sekarang Dena senang dengan  predikat JOMBLO, Dena yakin Allah sudah menyiapkan jodoh yang baik untuk Dena,walaupun Dena gak pernah tahu kapan Jodoh dari Allah datang untuk Dena, tapi Dena tetapa percaya JOHAN (Jodoh di tangan Tuhan ).Sekarang Dena hanya punya satu keiginan yaitu membahagiakan ortunya Dena, Dena ingin sekali dapat kerja, Yaa, Dena udah lulus dari kampusnya dengan IPK 3,01, dan tujuan Dena sekarang adalah mencari pekerjaan, Dena tahu kalo materi tidak dapat membeli kebahagiaan tapi paling tidak Dena ingin memberikan sesuatu untuk orang tuanya, sungguh keinginan yang mulia.Dan karena Dena percaya dan yakin bahwa Allah yang mengatur Pertemuan, Jodoh, Perpisahan, Rezeki, Hidup dan Mati, jadi Dena gak pernah takut, semua kejadian pasti ada hikmahnya, dan prinsip Dena sekarang adalah:JOMBLO?SO WHAT GITU LOH………………  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar